Investasi Populer Menguntungkan untuk Pemula

Setiap orang pasti menginginkan masa tua uang terjamin. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan itu? Solusinya adalah dengan berinvestasi. Dewasa ini, banyak masyarakat yang telah sadar betapa pentingnya investasi. Namun, sebagian besar dari kita mungkin belum begitu memahami jenis-jenis investasi.

Ada macam-macam investasi yang bisa Anda pilih. Mulai dari investasi jangka pendek seperti reksa dana hingga jangka panjang seperti investasi rumah. Untuk membantu Anda memahami lebih dalam, Prospeku telah mengulas tentang jenis jenis investasi dan penjelasannya. Yuk simak!

Investasi Jangka Pendek
Investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dalam waktu minimal satu tahun. Jenis investasi ini tidak membutuhkan modal besar untuk memulainya, bahkan ada yang bisa dimulai hanya dari ratusan ribu rupiah. Itu kenapa investasi ini cocok bagi para investor pemula.

Tetapi, jika berbicara mengenai resiko, ternyata jenis investasi jangka pendek memiliki resiko yang lebih besar. Hal ini dikarenakan pergerakan investasi yang cepat dan berbagai macam faktor lain seperti pergerakan nilai pasar yang kurang stabil.

Biasanya, orang akan mengambil jenis investasi jangka pendek dengan tujuan fokus memperoleh keuntungan dalam waktu dekat, atau untuk memenuhi kebutuhan dengan segera. Namun bagi pemula memang disarankan untuk memulai investasi jangka pendek sembari memperdalam ilmu terkait dunia investasi.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Ada berbagai contoh investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih. Contoh di bawah ini adalah jenis-jenis investasi yang paling sering digunakan.

1. Peer to Peer Lending

P2P Lending (Peer-to-Peer Lending) adalah salah satu metode pinjam-meminjam uang. Metode ini menawarkan sebuah sistem yang menghubungkan antara peminjam dan pemberi pinjaman secara online. Kelebihan dari P2P Lending adalah absensi dari lembaga keuangan resmi seperti koperasi, bank, jasa kredit, yang notabene membutuhkan proses yang lebih kompleks.

2. Deposito

Deposito adalah tabungan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan ketentuan syarat. Deposito menawarkan sarana investasi dari perbankan yang tingkat pengembaliannya lebih tinggi dari tabungan.

3. Saham blue chip

Saham blue chip adalah jenis saham yang berasal dari perusahaan besar dengan kecenderungan laba yang stabil dan memiliki reputasi yang sangat baik. Perusahaan ini juga sering membagikan dividen kepada para investor.

4. Forex

Forex adalah singkatan dari foreign exchange atau dalam bahasa indonesia disebut juga dengan valuta asing. Forex merupakan sebuah transaksi pertukaran antar mata uang asing. Dalam forex, Anda bisa lebih cepat mendapatkan keuntungan. Namun, resiko dari jenis investasi ini adalah resiko yang sangat besar. Jika tidak berhati-hati, dana Anda bisa hangus seketika.

5. Reksa Dana

Reksadana adalah sarana investasi yang dirancang untuk menampung dana dari masyarakat yang ingin berinvestasi tapi waktu dan pengetahuannya terbatas. Dana yang dihimpun selanjutnya dikelola oleh manajer investasi sesuai portofolio efek. Reksa dana cocok bagi Anda yang ingin menabung dana pensiun.

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Fungsi dan Cara Mengajukan Pinjaman Uang

Keuntungan Investasi Jangka Pendek
Sesuai namanya, jenis-jenis investasi jangka pendek memang ditujukan untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat. Tapi, apakah itu saja kelebihan dari investasi jangka pendek? Tentu saja tidak. Di bawah ini adalah penjelesannya.

1. Memperoleh return cepat

Jenis investasi ini akan membuat Anda lebih cepat balik modal dalam kurun waktu satu tahun, bahkan bisa kurang dari itu. Hal ini dijadikan kesempatan oleh para investor untuk menambahkan laba mereka dalam modal, sehingga keuntungan yang akan didapatkan bisa lebih besar.

2. Lebih fleksibel dalam pencairan dana

Keuntungan investasi ini adalah pencairannya yang lebih mudah. Tidak seperti investasi jangka panjang yang mengikat dana dalam waktu lama, investasi ini mampu memberikan keuntungan bagi Anda yang baru bergabung bahkan bisa melakukan withdraw sekaligus. Meski dengan sistem seperti itu, keuntungan yang Anda peroleh tidak begitu banyak, namun bisa menjadi alternatif dana darurat.

3. Menunjang ekonomi yang lebih stabil

Karena pencairan yang fleksibel dan bisa diambil kapan saja, investasi ini cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian. Jenis investasi ini juga bisa membuat kondisi ekonomi Anda lebih stabil, terutama bagi Anda yang belum bisa menabung.

Investasi Jangka Panjang

Ketika akan mengambil investasi jangka panjang, maka Anda memerlukan pertimbangan yang lebih dalam dan mengetahui cara kerja instrumen investasi yang akan dipilih. Mengingat modal yang diperlukan tentu tidak sedikit. Investasi jangka panjang dihitung dengan durasi minimal lima tahun.

Investasi jangka panjang membuat Anda harus menyiapkan dana yang besar sebelum memulainya. Semakin besar modal yang Anda berikan maka keuntungan yang didapatkan akan lebih maksimal. Biasanya, investasi ini ditujukan untuk masa depan atau sebagai dana pensiun di masa tua.

 

 

 

 

 

Tetapi siapa sangka, meskipun membutuhkan modal lebih banyak ternyata jenis investasi ini justru memiliki resiko yang lebih minim. Hal ini karena pergerakan uang tidak begitu cepat. Meskipun begitu, tentu saja juga diperlukan kesabaran yang lebih besar bagi Anda, karena keuntungan tersebut tidak bisa didapatkan sewaktu-waktu.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Anda bisa memulai jenis investasi jangka panjang di berbagai instrumen seperti obligasi, tabungan berjangka, properti, emas atau saham. Pemilihan instrumen bisa Anda sesuaikan dengan kemampuan dan keuntungan yang ingin Anda peroleh. Berikut jenis jenis investasi dan contohnya:

1. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh lembaga yang berhutang kepada pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi umumnya 1-10 tahun. Obligasi dilakukan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai sumber pendanaan. Tidak hanya lembaga swasta atau bisni, pemerintah juga bisa menerbitkan surat obligasi dan dijamin keamanannya.

2. Properti

Investasi ini dilakukan dengan cara membeli properti kemudian menjualnya di masa depan untuk mendapat keuntungan. Jenis investasi ini jelas menguntungkan, mengingat nilai properti di negara ini tiap tahun semakin naik. Kami telah memberikan pembahasan lengkapnya pada artikel Apa Itu Investasi Properti?

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syari’ah (KSPPS)

3. Emas

Emas adalah jenis investasi jangka panjang yang menguntungkan karena nilai jualnya yang cenderung stabil atau naik. Jika bertujuan investasi, sebaiknya Anda memilih emas batangan daripada perhiasan.

Keuntungan Investasi Jangka Panjang

Tadi telah disebutkan jika jenis-jenis investasi jangka panjang memiliki risiko kerugian yang tergolong minim. Namun tak hanya itu, masih ada keuntungan lainnya dari investasi jangka panjang, antara lain:

1. Menjamin masa depan

Dana yang Anda investasikan adalah sebuah aset masa depan yang bisa berpotensi memberikan keuntungan besar. Seiring berjalannya waktu, nilai harga dari aset-aset tersebut akan semakin meningkat, seperti halnya properti dan emas. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan keuntungan secara pasif.

2. Terhindar dari inflasi

Seperti yang kita ketahui, setiap negara pasti mengalami inflasi. Hal ini berdampak pada nilai mata uang. Inflasi ini sangat berpengaruh pada ekonomi negara, karena adanya inflasi akan membuat daya beli konsumen semakin melemah akibat kenaikan harga. Dengan melakukan investasi jangka panjang, aset yang Anda miliki tidak akan terpengaruh oleh pergerakan inflasi. Sehingga kekayaan Anda menjadi aman bahkan meningkat.

3. Menjadi lebih hemat

Ketika Anda telah memutuskan untuk mengambil investasi jangka panjang, maka uang yang Anda miliki telah terikat dan tidak bisa diambil kapan saja. Hal ini tentu akan berpengaruh pada tingkat konsumsi Anda saat sebagian besar dana telah masuk dalam investasi. Namun tenang saja, di akhir Anda akan merasakan keuntungan yang lebih besar. Karena itulah, dibutuhkan kesabaran dalam investasi.

Tips Berinvestasi dengan Tepat

1. Tentukan tujuan investasi

Tujuan investasi akan mempengaruhi jenis investasi yang Anda Pilih. Sesuaikan instrumen investasi dengan tujuan Anda.

2. Tentukan jangka waktu

Setelah mengetahui tujuan investasi, saatnya Anda menentukan jangka waktu sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika dalam waktu dekat, maka Anda Bisa memilih jenis-jenis investasi jangka pendek dan sebaliknya.

3. Pahami resiko terburuk

Sebelum memulai investasi, pahami lebih dulu resiko terburuk yang mungkin saja terjadi. Hal ini akan membuat Anda lebih berhati-hati dan tidak bertindak gegabah demi meraup keuntungan.

Itulah jenis-jenis investasi yang populer di Indonesia dan bisa Anda pilih. Ingat, sesuaikan instrumen investasi dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Karena itu sebelum memilihnya, lakukan analisis dengan tepat ya!

About the Author: liashi

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published.